<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147</id><updated>2012-02-06T14:33:00.611+07:00</updated><category term='terima kasih'/><category term='kasih sayang'/><category term='islam'/><category term='kebenaran'/><category term='Refleksi'/><category term='pendidikan'/><category term='anak'/><category term='cemburu.'/><category term='kebaikan'/><category term='worldview'/><category term='perhatian'/><category term='berani;benar'/><category term='kepastian'/><category term='Ulang Tahun'/><category term='Cinta'/><title type='text'>PenulisKreatif</title><subtitle type='html'>Seringkali Ilham datang tanpa diundang, tak mungkin terulang sebab itu adalah karunia Allah SWT.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-4583118614827345702</id><published>2012-02-06T14:28:00.000+07:00</published><updated>2012-02-06T14:28:36.731+07:00</updated><title type='text'>Bersyukur</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tahun telah berganti, sering kita merenungi kehidupan yang telah kita  lalui, apa yang telah kita raih, apa yang telah kita dapat. Ada orang  yang telah melalui masa jayanya, sambil tersenyum dia mencoba mengingat  kembali masa indah, dimana dia bisa mendapatkan apa yang diiinginkannya.  Jabatan dengan segala fasilitas, dan kewenangan.Ditengah senyumnya yang  bahagia, tiba-tiba wajahnya tertunduk, dan setetes air berlinang  diujung matanya. Katanya " Ah.. andai dulu aku tidak melakukannya".  mungkin saat ini aku masih bisa duduk disana. Melakukan sesuatu yang  salah sering baru disesali setelah lama berselang, dan menimbulkan  akibat yang dalam. Terjungkal dari jabatan, hilang fasilitas dan  kewenangan. Lalu hanya kenangan semasa yang tertinggal. Di lain tempat,  masih saja ada orang yang memimpikan untuk dapat tinggal di tempat yang  layak, sambil tersenyum membayangkan betapa enaknya tinggal di tempat  yang layak, memiliki jabatan, fasilitas dan kewenangan. Tetapi mereka  tidak menyadari bahwa episode kehidupan sangat mungkin berganti dalam  hitungan detik. Yang satu keluar dari penjara dunia, yang lain masuk  penjara dunia. Yang satu masuk istana dunia, yang lain keluar istana  dunia.  Banyak pula yang mengira mereka tengah mengecap istana dunia,  padahal sesungguhnya mereka tengah berada dalam penjara akhirat.  Sebaliknya yang lain merasa terpenjara, padahal sesungguhnya mereka  sedang dalam istana akhirat. Manusia dilahirkan sempurna, pilihan  hidupnya yang menentukan kesempurnaan akhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun telah  berganti, dan banyak orang meluangkan waktu untuk sekedar menyusuri apa  yang telah dilakukannya, seberapa banyak yang bisa dilakukan dan untuk  siapa dia melakukannya. Jika kita telusuri setiap orang yang memiliki  kelebihan untuk berbuat pasti juga akan memiliki sejumlah tantangan.   Penutup akhir tahun memberikan kita sebuah perenungan yang mendalam.  Lepas dari pro dan kontra - hadirnya seorang tokoh  KH Abdurahman Wahid -  seolah mengingatkan kita tentang apa yang telah mampu kita lakukan  dalam hidup untuk banyak orang. Semakin banyak yang merasakan semakin  banyak yang kehilangan. Lalu kita perlu juga bertanya ... kelak jika  kita kembali kepada Allah swt. Siapakah yang kehilangan kita ? siapa  sajakah yang merindukan kita ? .... Apa yang sudah kita perbuat ?  jangan-jangan kita masih sebatas memikirkan diri kita sendiri saja .... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-4583118614827345702?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/4583118614827345702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=4583118614827345702&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/4583118614827345702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/4583118614827345702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2012/02/bersyukur.html' title='Bersyukur'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-8824597677994139157</id><published>2012-02-06T14:26:00.002+07:00</published><updated>2012-02-06T14:26:49.999+07:00</updated><title type='text'>Terima kasih</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tulisan ini ku haturkan dengan penuh kasih sayang untuk Almarhum  ayahanda Muhammad Tabrani yang telah berpulang tahun 1984. Untuk  Almarhumah Ibundaku Siti Sumini yang berpulang tahun 2011 bulan juni  lalu. Puji syukur ke hadirat Allah swt yang hingga hari ini aku masih  dapat mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan. Mmmm tidak  mudah menuliskan apa yang kurasa, apa yang ada di dalam dada ini. Satu  helaan nafas, untuk mengingat episode masa kecil tanpa membuatku  menangis. Di mataku Ayahlah sosok yang paling lekat dan menyatu dengan  jiwaku. Tokoh idola yang tidak dapat tersubtitusi oleh munculnya tokoh  lain dalam episode kehidupanku kemudian.  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-8824597677994139157?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/8824597677994139157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=8824597677994139157&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/8824597677994139157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/8824597677994139157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2012/02/terima-kasih.html' title='Terima kasih'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-3685454566061271680</id><published>2012-02-06T13:53:00.000+07:00</published><updated>2012-02-06T13:53:52.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Hari Ibu</title><content type='html'>Anakku ini Ibu yang menulis, untukmu. Anakku sayang memang betul hari   ini adalah Hari Ibu. Ibu sudah terima ucapanmu melalui smsmu. Terima   kasih ya nak, atas semua yang telah kau lalui dan kita lalui. Maafkan   Ibu, karena tidak semua yang Ibu lakukan sempurna. Tidak semua harapanmu   bisa Ibu kabulkan. Kadang betapa kerasnya Ibu mendidikmu, sulit   menjelaskan padamu bahwa untuk dapat mempertahankan hidup dengan baik,  kamu  harus punya mental yang tangguh.&lt;br /&gt;Satu-satu Ibu ajarkan kamu  apa itu  jujur, pernah kamu bertanya " Ma..tanggungjawab itu apa sih ?"  Sementara  usiamu masih 5th. Ibu harus ajarkan itu semua dengan aplikasi  harian,  membereskan mainan sendiri, meletakkan tas dan sepatu pada  tempatnya  sepulang sekolah, membawa piring dan gelas kotor setelah  makan.... Itu  bagian dari tanggungjawab. Nak, kelak semakin dewasa  bentuk  tanggungjawab juga akan bergerak naik, dengan bobot dan  kompleksitas  yang rumit. Kamu akan tanggungjawab terhadap anakmu,  suamimu atau  istrimu, masyarakat, dan jika kamu bekerja kamu akan  bertanggungjawab  atas kesejahteraan karyawanmu, dan keuntungan untuk  atasanmu. Nak ini  baru satu nilai moral yang bisa Ibu ajarkan, masih  banyak nilai moral  lain yang akan kamu pelajari sepanjang hidupmu. Ke  arifan, ke  bijaksanaan, ke tegasan, ke adilan... Duuh nak, apa umur Ibu  cukup untuk  mengajarkan ini semua pada mu ?. Maafkan Ibu jika dalam  waktu yang  sempit Ibu selalu mengajarkan banyak hal, sedikit memaksamu  untuk cepat  paham. Duuh nak.. Ibu hanya khawatir tidak cukup  membekalimu dengan  kebaikan, karena Ibu pun harus bertanggungjawab pada  Allah swt atas apa  yang sudah Ibu berikan padamu. Nak, kelak jika ibu  sudah tertatih menuju  tempat wudhu, bantu Ibu ya mengambil air wudhu,  jika Ibu sudah letih  untuk duduk lama mengaji, bantu Ibu mengajilah di  sebelah Ibu. Jangan  tinggalkan Ibu sendirian ya ? Carilah pasangan  hidup yang juga mau  menyayangi Ibunya, agar baktimu dan baktinya  terjaga.Susah lho nak mengurus Ibu di saat sudah tua dan sakit2.Ibu  selalu  berdoa semoga di hari tua Ibu tidak merepotkanmu. Karena kamu  pasti juga  repot dengan urusanmu dan keluargamu. Doakan Ibu sehat ya  nak...Setiap  hari tolong maafkan Ibu, agar kelak ada sinar yang  menerangi jalan Ibu  disana. Terima kasih nak atas kesabaran dan ke  iklasanmu menerima didikan  Ibu.Jika ada kesalahan dalam mendidikmu  itulah keterbatasan Ilmu Ibu.  Didiklah anakmu lebih baik dari Ibu  mendidikmu.. Semoga Allah menuntunmu  menjadi anak yang soleh dan  sholehah. Anakku, meski aku saat ini seorang Ibu, aku adalah seorang  anak pula dari Ibuku.&amp;nbsp; Pesanku&amp;nbsp; untuk para Ayah dan Suami, sayangi  istrimu karena dia adalah Ibu dari anak-anakmu, lindungi dan berlaku  baiklah pada&amp;nbsp; anak perempuanmu, karena kelak ia adalah calon Ibu yang  Mulia bagi cucu-cucumu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-3685454566061271680?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://pustaka-ebook.com' title='Hari Ibu'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/3685454566061271680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=3685454566061271680&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/3685454566061271680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/3685454566061271680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2012/02/hari-ibu.html' title='Hari Ibu'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-8557743265213612483</id><published>2012-02-06T13:50:00.002+07:00</published><updated>2012-02-06T13:50:23.446+07:00</updated><title type='text'>Pedih</title><content type='html'>Pediiih..... Rasa itu menyeruak kembali, meski seringkali hilang.&amp;nbsp; Tapi  Kupikir kepedihan itu sebenarnya tak pernah hilang begitu saja.Hanya dia  akan timbul dan tenggelam sesuai apa yang kita alami. Sama saja dengan  rasa bahagia, kadang muncul kadang tenggelam. Tetapi kepedihan yang  kualami ini sebuah kepedihan yang senantiasa teriris penuh dengan  akumulasi kekecewaan. Aku tahu&amp;nbsp; kehidupan tak selamanya enak, tapi  sebagai seorang anak yang dilahirkan dilingkungan berada tak mudah  sesungguhnya untuk bisa hidup sederhana. Ukuran kesederhanaannya pun  pasti akan berbeda dengan ukuran sederhana dari kalangan yang  sungguh-sungguh sederhana. Kepedihan ini bukan semata-mata dilihat dari  financial tapi lebih pada hilangnya kasih sayang, perhatian dan  kemanjaan. Aku merasakan itu sejak aku kecil, ayahku tak pernah  membolehkan aku menangis apapun penyebabnya. Meski ayah juga tidak  memberi sesuatu yang berlebihan, tapi aku merasakan benar kasih sayang  seorang ayah, aku merasakan benar perhatian ayah, aku merasakan benar  ayah menuntunku untuk berfikir besar dan berjiwa besar melalui  perilakunya sehari-hari. Ayahku melarang untuk marah atau bersuara  keras, kata ayahku suaramu cermin pribadimu. Ayahku selalu menunjukkan  kelembutan dan ketegasan. Ayahku menunjukkan&amp;nbsp; keistiqomahan dan  kejujuran dalam setiap perilakunya. Ayah juga mengajarkan berlaku adil,  jika musim buah tiba maka ayah akan memborong dua pikul Duren, atau  Mangga, atau Duku apa saja yang sedang musim pada saat itu. Kami semua  dipanggil satu-satu dan diberi jatah, tidak boleh ada yang tidak  kebagian dalam satu rumah. Prinsip Ayah, semua punya hak yang sama untuk  memperoleh rezki. Kata ayahku kekayaan bukan terletak pada banyaknya  harta yang kita miliki, tetapi seberapa banyak kita mau berbagi. Misal  saja jika kita punya uang sepuluh juta, mungkin mudah mengeluarkan  seratus sampai lima ratus ribu. Tetapi jika uang kita terbatas, maka  kita cenderung semakin berhitung untuk mengeluarkannya. Kekikiran akan  membuat sakit jiwa dan pikiran. Karena pikiran jadi sempit dan dunia  terasa menghimpit. Jika ada yang meminta pada kita tersenyumlah, itu  tanda bahwa kita sedang diberi amanah untuk punya kesempatan menolong  dan memudahkan kesulitan orang lain. Jangan biarkan orang lain menjadi  pengemis, meminta pada kita. Ulurkan tangan kita sebelum mereka  menadahkan tangan. Siapa yang memuliakan orang lain, dia akan dimuliakan  oleh Allah swt.&amp;nbsp; Jadilah tempat dimana banyak orang bisa bernaung, maka  kau akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa melebihi harta yang kau  miliki. Ternyata kepedihanku adalah kepedihan dimana aku sering melihat  dan merasakan kepedihan orang lain, tetapi aku sendiri tak punya daya  untuk menolongnya. Pediih ketika melihat orang menderita, pediih ketika  melihat orang dalam puncak kemarahan karena frustasi, depresi dan  stress. Pediih ketika melihat anak menangis sendu, karena tak punya baju  baru di hari lebaran. Pediih melihat anak yang patuh karena  kecintaannya pada orangtua. Pediih melihat istri yang sabar menerima  iklas kehidupannya yang sederhana. Pediih melihat keruntuhan rumah  tangga. Pedih jika ada tetangga yang tersakiti. Dan ini kepedihan yang  setiap hari harus kusaksikan, di jalan, di kehidupan ini. Barangkali  Rasul juga punya kepedihan ini, jika mengingat betapa ummatnya akan  disiksa kelak jika mereka tidak mengindahkan ajaranNya.&amp;nbsp; Dadaku sesak,  merasakan kepedihan ini, gabungan kesedihan,duka dan kekecewaan. Antara  harapan dan kenyataan, antara keinginan dan yang didapat, antara  kemampuan dan kemauan. Pediiih.... dalam ketidakberdayaan. Kulantunkan  saja asma-ul husna berharap mendapat obat untuk mengurangi kepedihan  ini. karena rasanya bagai disayat sembilu, pediih, ngilu... dan  menyesakkan. Semoga saja kau beri aku penguat hati, agar kepedihan ini  tak membuatku menjadi lemah tetapi justru sebaliknya menjadi kuat. Jika  orang tak pernah merasakan kepedihan ini, masih kah dia punya hati  ???....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-8557743265213612483?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/8557743265213612483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=8557743265213612483&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/8557743265213612483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/8557743265213612483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2012/02/pedih.html' title='Pedih'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-1633841188652455706</id><published>2012-01-20T15:34:00.000+07:00</published><updated>2012-01-20T15:34:57.686+07:00</updated><title type='text'>Apa sesudah ini ?</title><content type='html'>Apa sesudah ini ? seringkali dalam hati kecil kita kalimat ini muncul. Sesudah kita selesai mengerjakan satu hal, maka kita berfikir apa ya setelah ini. Itu juga yang saya alami saat ini, Alhamdullilah Allah swt memberi banyak kesempatan yang saya sendiri tidak pernah tahu bahwa itu akan terjadi pada diri saya.&amp;nbsp; Untuk menamatkan gelar Sarjana, saya harus berjuang keras sebab saat itu ayah telah Almarhum. Melanjutkan kuliah setamat SMA seperti mimpi. Tetapi mimpi itu terwujud 5 tahun kemudian. Lulus Sarjana dengan upaya yang luar biasa. Kemudian mengalir menyelesaikan Pascasarjana, juga dengan berjibaku... bernafas bergantian... dari sisi biaya , dari sisi waktu.. tenaga dan pikiran. Bukan hal yang juga mudah. Akhirnya pilihan untuk menuntaskan belajar menghantar saya lanjut menuju S3... sekarang sudah selesai. Beban moral sebagai sebuah tanggungjawab telah runtuh, Lalu... What next after that ???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-1633841188652455706?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/1633841188652455706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=1633841188652455706&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/1633841188652455706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/1633841188652455706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2012/01/apa-sesudah-ini.html' title='Apa sesudah ini ?'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-4173261218243395289</id><published>2011-06-16T15:54:00.000+07:00</published><updated>2011-06-16T15:54:12.692+07:00</updated><title type='text'>Good Boss</title><content type='html'>&lt;em&gt;GOOD BOSS&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;By: Eileen Rachman &amp;amp; Sylvina Savitri&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Komentar  kedatangan orang nomor satu Amerika Serikat ke Indonesia, segera saja  mewarnai hampir seluruh media televisi di negara kita. Apakah Anda  tergoda untuk menghitung, berapa banyak komentar negatif dan komentar  positif yang dilontarkan? Mana yang lebih dominan? Kita pun segera  menyadari bahwa saat bicara mengenai situasi negara, lembaga atau  situasi kerja jarang sekali kita menemukan hanya&amp;nbsp; komentar positif saja.  Dalam banyak situasi, buntut-buntutnya sikap, tindakan, atau gaya  kepemimpinan atasan dipersalahkan. Alangkah sulitnya jadi atasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Saya  mendengar seorang anak buah mengomentari atasannya,”Dia memaksa kita  menegakkan aturan absensi, tapi dia sendiri tidak mau absen. Alasannya  dia bekerja dari rumah, memeriksa pe kerjaan dan mengirimkan email,  sejak pukul 4 pagi. Tapi, bukankah dia juga tidak memberi contoh?”.  Bawahan lain berkomentar,”Dia tidak mengukur kemampuan bawahan, semuanya  dia atur berdasarkan ukurannya sendiri. Bukankah kita tidak punya  kapasitas sama dengannya?” Posisi atasan memang jelas-jelas lebih  “terlihat”, gerak-geriknya diikuti, sikapnya diperhatikan orang dan  sudah pasti dikomentari. Ada atasan yang peka, namun ada juga yang  pura-pura tidak tahu. Ada atasan yang terganggu, mencari tahu siapa yang  memberi komentar memprovokasi, namun ada juga yang melihat ini sebagai  kenyataan hidup yang harus dinikmati saja. Pantas saja kita kerap  menemukan atasan yang akhirnya menutup telinga ketat-ketat dan akhirnya  menjadi “single player”, melakukan ‘one man show’ atau bahkan menjadi  diktator, juga menghindar untuk berkomunikasi dengan bawahannya. Situasi  ini memang dilematis, karena bisa membuat atasan jadi jauh dari tim,  kemudian kesulitan untuk menemukan perbaikan dalam diri sendiri, tim dan  anak buah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="Image" border="0" height="134" hspace="6" src="http://www.eileenrachman.com/images/stories/articles/good-boss-2.jpg" title="Image" width="200" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Manfaatkan Kegagalan Tim&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang  ahli manajemen pernah mengemukankan bahwa salah satu tes, untuk melihat  bagus tidaknya seorang atasan atau pemimpin adalah bagaimana sikapnya  dalam menghadapi kesalahan yang dibuat anak buah. Ada atasan yang  mengatakan:”Yah, kalau sudah terjadi mau diapakan lagi…”, tanpa  menyadari bahwa&amp;nbsp; kejadian tersebut bisa dijadikan ajang pembelajaran  yang baik. Ada atasan yang langsung menghukum dan mengeluarkan surat  peringatan. ”Kalau tidak, mereka tidak pernah belajar dari kesalahan!  Mereka harus bisa menghitung, berapa kerugian perusahaan sebagai akaibat  dari kecerobohannya”. Atasan lain bisa juga menggunakan prinsip:”Sekali  lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya”. Artinya, sekali  berbuat kesalahan, anak buah langsung dicoret dari daftar orang yang  kompeten. Alangkah merugikannya situasi-situasi demikian!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegagalan  dan kesalahan biasanya memang dilakukan oleh bawahan, bukan atasan  langsung. Namun, bukankah kita perlu ingat ungkapan:”Failure sucks but  instructs”, dan “No learning without failure”?. Kita memang juga perlu  bersikap hati-hati dengan kesalahan, apalagi bila bersinggungan dengan  nyawa manusia, misalnya saja kegagalan bedah atau penerbangan. Namun,  seorang profesor yang menekuni kepemimpinan, mengemukankan bahwa inovasi  dan kreativitas, sangat sulit terjadi bila kita tidak pernah mengalami  kegagalan. Beliau mengungkapkan: "Seorang pemimpin atau atasan yang  sukses biasanya adalah pemimpin yang justru bisa mengelola  kesalahan-kesalahan yang terjadi, bahkan sudah memprediksinya, namun ia  tetap mampu mengajak seluruh tim mengambil manfaat dari kondisi  tersebut.” Kita memang perlu berlatih untuk mengkomunikasikan kesalahan  yang terjadi secara diplomatis. Rasa bersalah, merasakan kegagalan perlu  ada, bahkan sense of crisis dan urgensinya, tetapi semangat “bouncing  back” tetap harus terjaga. Mengemukakan kesalahan di dalam sebuah forum  sebenarnya juga tidak salah, apalagi bila membahasnya sebagai studi  kasus, tetapi tentunya pelaku kesalahan tidak boleh merasa terbantai,  malu sehingga semua orang ‘belajar’ untuk takut berbuat salah. Dalam  sebuah ‘learning organization” semua kesalahan harus tercatat dan  didokumentasikan sebagai bahan pelajaran bagi generasi berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dimaafkan? Diingat? Atau Dilupakan?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah  menemukan atasan yang bersikap mengancam dan mengatakan: “Sekali  berbuat salah, kamu akan saya pindahkan ke posisi yang tidak  menyenangkan” atau “Kalau saya bisa tidak berbuat salah, anda juga  bisa”. Bayangkan bagaimana suasana tim yang tercipta dengan pendekatan  ini. Suasana yang mencekam sudah pasti akan mematikan kreativitas tim,  sekaligus mematikan kepercayaan anak buah pada atasannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika  kita sungguh-sungguh ingin menjadi atasan yang baik, kita memang perlu  bermain di tepi jurang kesuksesan dan kesalahan. Atasan yang baik siap  dengan langkah mundur, punya kemampuan membangun ‘trust’ anak buah dan  memberi atmosfir yang menyediakan rasa aman secara psikologis. Kesalahan  yang diungkit-ungkit terus tentu saja hanya menimbulkan rasa malu,  menjatuhkan moral dan memupuk sakit hati pada orang yang melakukan  kesalahan. Namun, sebetulnya tidak berarti juga bahwa kesalahan harus  dimaafkan dan kemudian dilupakan. Hal yang paling penting tentu adalah  memaafkan dan sekaligus mengajak timnya untuk mengingat kesalahan  tersebut agar bisa belajar dari kesalahan yang pernah terjadi. Kita  perlu punya kemampuan untuk memaafkan karena kesadaran bahwa manusia  tidak mungkin beroperasi dengan zero error. Tantangan atasan adalah  untuk tidak berfokus semata pada kesalahan dan kerugian saja, namun  mem-balance antara komunikasi asertif dan diplomasi. Kita tentu juga  perlu menghadapi sikap defensif bawahan dan menembusnya secara halus dan  menyenangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal yang juga tidak boleh dilupakan adalah sikap  objektif. Seorang teman saya yang sukses, mengatakan bahwa ia selalu  mengingatkan bawahannya untuk menyampaikan berita disertai fakta, contoh  juga nama pelaku. “Semua komentar umum dan tidak spesifik, tidak akan  masuk pertimbangan saya”. Ia berkata bahwa untuk menilai kesalahan kita  tidak bisa menggunakan asumsi dan berandai-andai karena akan menyulitkan  dalam mengkalkulasikan resiko dan memprediksikan kerugian maupun  keuntungan dengan lebih tepat. Dengan senantiasa berorientasi pada  objektivitas, kita bisa membuat diri kita menjadi atasan yang lebih  “cool”, karena segala kecelakaan, kesalahan dan kerugian sudah  terhitung. “Bila data sudah di tangan, kita tinggal memikirkan action  yang akan dilakukan.”, demikian komentarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;(Dimuat di KOMPAS, 13 November 2010)&lt;/div&gt;&lt;span class="article_seperator"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="article_seperator"&gt;My Opinion :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="article_seperator"&gt;Buat saya beberapa pengalaman menghadapi karakter atasan, dan gaya kepemimpinannya yang paling penting buat saya adalah kemampuan mengambil keputusan. kemampuan ini meliputi keberanian, kecepatan dan ketepatan. Saya kira ini pekerjaan terberat seorang pemimpin. Sebab muara dari seluruh proses manajemen yang akan berjalan, bermuara dari sebuah keputusan. Pengembangan karakter anak&amp;nbsp; buah yang bagus, terbangun dari karaketr atasan yang baik pula.&amp;nbsp; saya masih ingat punya empat atasan yang masing-masing memiliki karakter dan gaya yang berbeda, tetapi kesamaan mereka adalah tanpa sadar mereka tengah membentuk atau mengukir sebuah karakter. ada atasan yang bisa mewarisi keberanian, ada atasan yang bisa mewarisi kecepatan kerja, dan ada atasan yang mewarisi sikap menghargai. Saya punya atasan yang saat saya lulus S1 memberikan surat langsung ( by hand) melalui drivernya, yang isinya menyampaikan rasa senang dan bahagia karena saya telah lulus, dan menitipkan pesan untuk senantiasa belajar dan tidak pernah berhenti belajar baik formal ataupun nonformal. Atasan saya yang lain, memaksa saya untuk selalu &lt;i&gt;performe &lt;/i&gt;sebagai bukti rasa tanggungjawab. Atasan saya yang lain, menyatakan "mie, jangan takut menegakkan kebenaran, meskipun temanmu mungkin sedikit di dunia tetapi yakinlah temanmu di akhirat banyak".&amp;nbsp; Sedih ya.. kalau mendengar dan membaca nasihat dari atasan. Pesan dan Nasihat ini ternyata mampu membangun karakter kita. Atasan saya cuma mengatakan " apakah kamu dipimpin atau memimpin, tidak masalah, karena sesungguhnya setiap kita adalah pemimpin bagi diri sendiri. Kalau baik akan berpulang pada diri-sendiri , dan sebaliknya. Ketiga atasan saya telah dipanggil oleh Allah swt, tetapi nasihatnya mampu membuat saya survive hingga hari ini.Dan ini saya teruskan kepada anak-anak saya dirumah, dan mahasiswa saya dikampus. Jadilah pemimpin bagi dirimu sendiri, maka sesungguhnya kamu adalah pemimpin sejati. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;                     &lt;br /&gt;&lt;table align="center" style="margin-top: 25px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;th class="pagenav_prev"&gt;       &lt;a href="http://www.eileenrachman.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=115&amp;amp;Itemid=9"&gt;        &amp;lt; Prev&lt;/a&gt;      &lt;/th&gt;           &lt;td width="50"&gt;&amp;nbsp;       &lt;/td&gt;           &lt;th class="pagenav_next"&gt;       &lt;a href="http://www.eileenrachman.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=113&amp;amp;Itemid=9"&gt;        Next &amp;gt;&lt;/a&gt;&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-4173261218243395289?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/4173261218243395289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=4173261218243395289&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/4173261218243395289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/4173261218243395289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2011/06/good-boss.html' title='Good Boss'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-58692549847789404</id><published>2011-02-11T11:27:00.001+07:00</published><updated>2011-02-11T11:48:10.831+07:00</updated><title type='text'>Perjuangan</title><content type='html'>Sudah lama saya tidak menulis di Blog ini, selain agak sulit mengatur waktu untuk bisa menulis, karena ada pekerjaan lain yang menyita konsentrasi. Namun saya tetap berjuang untuk kembali menulis. Enam bulan terakhir ini saya merasa harus berjuang di banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuanganku yang pertama saya harus melepas putra ke dua saya sekolah di Gontor. Saya pikir mudah ya berpisah dengan anak. Ternyata tidak, emosi yang up and down juga dirasakan oleh putra saya. Ditengah ke riangannya karena dapat mandriri, dering telfon pada waktu-waktu tertentu terasa mengejutkan juga. Sering suaranya yang parau mengindikasikan rasa kangen, bercampur haru, bercampur lelah dan letih. Ketika dia menghadapi ujian misalnya, hampir 2 atau 3 kali dia menelpon sekedar curhat. Doa saya lantunkan untuknya di malam yang sepi, mohon agar anakku mendapat teman yang baik, mentor yang baik, dan guru yang baik. Doa kupanjatkan agar dia diberi kemudahan, keringanan, dan keriangan dalam belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuanganku yang kedua adalah menemani anak pertamaku menghadapi ujian SMA kelas 3, dengan ritme Try out hampir sembilan kali dalam kurun waktu 4 bulan. Setiap pulang sekolah terlihat keletihan baik pikiran maupun fisik. Doa kupanjatkan agar anakku di sehatkan dan dikuatkan semanagatnya untuk menempuh ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuanganku yang ke tiga adalah menemani anakku ke tiga, yang selalu  minta untuk ditemani sebelum tidur.Menemaninya membuat tugas sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuanganku yang ke empat menemani anakku main kartu sebelum tidur, mendengar ceritanya di sekolah, menonton Oprah Van Java kesenangannya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuanganku yang kelima ada menemani Ibuku yang tahun ini sduah berusia 80th, meladeninya, menyiapkan obat, dan selalu siap dipanggil kapanpun dia memanggil. Doa kupanjatkan agar Ibuku memiliki ketenangan dan kepasrahan menghadapi masa tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuanganku yang ke enam adalah, mengahadapi ujian Disertasi, yang telah kutempuh pendidikannya 2 tahun lalu. Doa ku semoga aku dimudahkan dalam mencari sumber-sumber Ilmu yang benar dan bermanfaat, semoga aku berada dalam jalan lurus mencari Ilmu yang Allah ridho didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuanganku yang ke tujuh adalah, menyelesaikan tugas-tugas kantor dengan baik, dan menuntaskan tanggujawab dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuanganku yang ke depalan adalah, mempersiapkan tidur yang baik agar esok dapat bangun untuk memulai kembali perjuangan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah perjuangan.....Semoga disetiap perjuangan ini Allah menuntunku dan memberkahi langkahku.&lt;br /&gt;Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-58692549847789404?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/58692549847789404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=58692549847789404&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/58692549847789404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/58692549847789404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2011/02/perjuangan.html' title='Perjuangan'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-4217458647791938378</id><published>2009-12-28T13:13:00.000+07:00</published><updated>2009-12-28T13:13:53.523+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulang Tahun'/><title type='text'>Hari Ulang Tahun</title><content type='html'>Hari Ulang Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menganggap bahwa hari ulang tahun bukanlah sesuatu yang penting. Sebab ada yang menghitung jika kita bertambah usia di dunia, berarti kesempatan kita justru berkurang.&lt;br /&gt;Tidak masalah buat saya bagaimana orang memaknai hari ulang tahunnya. Bagi saya sendiri saat pagi hari ada sms dari putri saya" Selamat Hari Ulang Tahun ya Ma.. semoga sehat selalu". Tiba-tiba saja air mata saya berlinang, dan jika tidak saat tahan, maka pastilah airmata itu jatuh berderai. Bukan saya ingat tentang kelahiran saya, sebab saya tidak punya memori tentang itu. Tetapi justru yang saya ingat adalah saat saya melahirkan putri saya, yang di hari ulang tahun saya justru mengingatkan kelahiran saya. Mm... sebentar siang waktu saya buka Fb... dua putra saya juga mengyang puluhan pesan mengucapkan ulang tahun dari teman-teman yang ingat dan diingatkan oleh memori fb. Terima kasih untuk semua teman yang mau menuliskan paling tidak tiga kata " Selamat Ulang Tahun " tentu dengan diiringi doa kebaikan, baik bagi yang mengirimkan maupun saya yang menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi, rasanya semua manusia membutuhkan pengakuan. Semua manusia butuh perhatian, kasih sayang dan persahabatan. Hari Ulang Tahun adalah suatu moment yang baik untuk digunakan paling tidak menghadirkan rasa kepedulian dan kasih sayang dengan keluarga, sahabat dan teman. Sudahkah anda mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada keluarga hari ini ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-4217458647791938378?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://amieprimarni.org' title='Hari Ulang Tahun'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/4217458647791938378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=4217458647791938378&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/4217458647791938378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/4217458647791938378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2009/12/hari-ulang-tahun.html' title='Hari Ulang Tahun'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-4622555952747187128</id><published>2009-12-11T13:53:00.001+07:00</published><updated>2009-12-18T13:20:24.007+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cemburu.'/><title type='text'>Cemburu</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Cemburu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kata yang telah sering kita dengar, berapa banyak lagu yang lahir dari rasa yang ditimbulkan oleh kata ini. Kalau ditanya, pernahkah anda merasakan cemburu ? agak sulit untuk mencari orang di dunia ini yang sama sekali tak punya rasa cemburu. Apa yang anda rasa jika cemburu ini singgah dihati Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada banyak reaksi yang ditimbulkan dari rasa cenburu ini. Kalau saya sering dialog dengan mahasiswa saya," saya tanya, jika kekasih Anda ternyata juga mencintai orang lain, apakah Anda marah ? sebagian akan menjawab " Ah,.. biasa-biasa aja bu". Yang lain lagi akan menjawab " Cari lagi aja... " kenapa, memang cuma ada dia didunia ini!" dengan wajah yang agak geram. He..he.. saya tertawa. Biasanya saya tanya ulang, coba pejamkan mata Anda, dan gunakan hati Anda. Apa yang Anda rasa jika orang yang Anda sayangi ternyata juga menyayangi orang lain. Jawaban kedua yang menggunakan hati yang tulus ternyata berbeda. " Iya sih bu... sakit ya rasanya saat kita tahu bahwa ternyata bukan kita satu-satunya yang disayangi ". Manusia cenderung ingin mendapatkan kasih sayang utuh dan cinta yang penuh. Mengapa demikian, sebab Allah sendiri amat menyayangi orang yang mencintaiNya secara utuh dan sepenuh hati. Orangtua Anda, pasangan hidup anda, dan anak-anak Anda adalah orang-orang mewakili kasih Tuhan. Mereka dititipkan pada Anda untuk disayangi dan dikasihi sepenuh hati, sebagaiman Tuhan menyayangi dan mengasihi Anda dengan utuh. Oleh sebab itu Tuhan memberikan rasa cemburu pada manusia sebagai perawat dan alarm dalam kehidupan. Ketika sinyal cemburu itu datang, harusnya kita mensyukurinya sebab Allah tengah memberitahu kita tentang kualitas cinta dan kasih sayang yang ada dalam diri kita. Jika rasa cemburu hilang dari hati kita justru kita harus bertanya, ada apa dengan rasa cinta dan kasih sayang yang ada didalam hati kita. Sinyal cemburu dapat saja berarti, alarm untuk tidak mencintai seseorang yang bukan hak Anda. Sinyal cemburu juga dapat menjadi benteng bagi cinta dan kasih sayang yang telah ada. Sinyal cemburu juga dapat dijadikan refleksi apakah kita telah cukup adil dalam memperlakukan orang-orang yang ada disekeliling kita. Jadi, cemburu itu perlu dan penting, sebab itu adalah sebuah rasa yang Allah ciptakan untuk manusia agar manusia tidak tergelincir dalam kesalahan. Cemburulah semata karena Allah SWT, maka Allahlah yang akan merawat cinta Anda. &lt;a href="http://amieprimarni.org/"&gt;http://amieprimarni.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-4622555952747187128?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.amieprimarni.org' title='Cemburu'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/4622555952747187128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=4622555952747187128&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/4622555952747187128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/4622555952747187128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2009/12/cemburu.html' title='Cemburu'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-3300827164159975942</id><published>2009-12-01T11:35:00.000+07:00</published><updated>2009-12-01T11:35:15.638+07:00</updated><title type='text'>UN  Satu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjelang UN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini anak saya kelas tiga SMP tengah menyiapkan diri untuk menghadapi UN. Sekolah yang dikemas dalam model &lt;i&gt;full days school&lt;/i&gt; ternyata juga tetap memanfaatkan hari Sabtu untuk melakukan serangkaian &lt;i&gt;Try Out&lt;/i&gt;. Saya tidak akan membahas issue tentang jadi tidaknya UN, sebab itu akan menjadi pembahasan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali ini saya akan bercerita tentang bagaimana suasana menjelang UN. Sabtu yang lalu sekolah anak saya mengumpulkan seluruh orangtua kelas tiga untuk memberikan masukan tentang proses UN yang akan dijalankan di sekolah itu. Senang juga saya, sebab pada semester ini wali kelas anak saya cukup komunikatif. Sarana sms digunakan untuk mengingatkan dan memberitahukan kegiatan siswa didik, sehingga komunikasi orangtua dan wali kelas dapat terjalin dengan baik. Selesai pertemuan pada hari itu, saya kembali pada anak saya dan mendiskusikan rencana yang telah dibuat oleh sekolah. Tujuan saya membantu anak saya menyesuaikan kegiatan dan mempersiapkan mentalnya menghadapi UN. Sebab intensitas belajarnya mulai menaik. Tapi kamis lalu anak saya mengeluh, dia bilang " Aku gak mau masuk ah". " Memang kenapa dik ? " tanya saya. " Gurunya marah-marah melulu, kan kita sudah mengumpulkan PR, masak disuruh bikin PR lagi hanya karena saya salah menyerahkan PRnya ke guru lain. Stress kali mah gurunya .. " sautnya. Saya diam, lalu anak saya menegur, " Ma.. mama marah ? " " gak dik, bukan marah, mama hanya khawatir dan berempati dengan beban yang dipikul oleh para guru saat ini.".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kondisi apapun saat hasil pekerjaan kita akan dinilai, pastilah kita mengalami tekanan yang lebih berat. Coba saja, menjelang raker, para pimpinan perusahaan pasti berkerut nalar, dengan tensi nada bicara yang cenderung mudah naik satu oktaf. Demikian juga halnya dengan menjelang UN. Paling tidak ada empat unsur&amp;nbsp; yang akan mengalami kenaikan adrenalin, yang pertama pasti guru, kedua siswa, ketiga orangtua dan lembaga sekolahnya itu sendiri. Dampak UN pertama kali akan dirasa oleh lembaga sekolah, sebab tingkat kelulusan dan standard pencapaian nilai menjadi salah satu penilaian. Nah,.. dari sinilah biasanya rambatan adrenalin akan menyebar ke para guru. Secara individu. ada dua penyebab naiknya adrenalin bagi seorang pengajar, pertama pengetahuan, jika seorang pengajar memiliki tingkat pengetahuan yang cukup untuk menghadapi tuntutan pengajaran maka satu masalah sebagai pemicu adrenalin bisa ditiadakan. Yang kedua, adalah pengendalian adrenalin yang disebabkan waktu, meski pengetahuan pengajar telah cukup, tenggat waktu menjadikannya harus menaikan speed. Semenetara kita tahu proses belajar tidaklah sama dengan sebuah proses mesin, yang dapat diseragamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hal ini akan berdampak secara psikologis, emosi menjadi mudah tidak stabil, dan tanpa disadari terlepas dalam bentuk yang "tidak biasa". Marah, adalah salah satu indikator perilaku yang tidak biasa.Oleh sebab itu dibutuhkan suatu situasi dimana para guru juga diberi ruang untuk " melepaskan emosi " misalnya dengan istirahat sejenak.&amp;nbsp; Asupan makanan juga perlu diperhatikan. saat adrenalin meningkat, maka hormon tubuhakan berubah. Rasa lapar atau kekurangan asupan positif akan berdampak juga sebagai pemicu rasa marah. Saran saya, bagi para pengajar perhatikan betul pola makan, dan istirahat. Hal&amp;nbsp; yang sama juga menjadi perhatian bagi para siswa didik. Akhir kata,&amp;nbsp; mulailah dengan sebuah keikhlasan, kesungguhan dan kemudian berserah diri.&amp;nbsp; Bapak dan Ibu Guru yang dikasihi Allah swt. Terima kasih karena telah membimbing anakku menghadapi Ujian. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-3300827164159975942?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/3300827164159975942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=3300827164159975942&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/3300827164159975942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/3300827164159975942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2009/12/un-satu.html' title='UN  Satu'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-8286421189938151233</id><published>2009-11-29T09:08:00.002+07:00</published><updated>2009-11-29T09:12:32.946+07:00</updated><title type='text'>Belajar menjadi penulis</title><content type='html'>Belajar menjadi penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;Saat ini apa yang menjadi satu-satunya obsesi saya adalah menjadi penulis, suatu kegiatan yang sesungguhnya paling saya sukai, dan kata guru-guru saya dulu  kemampuan saya mengarang cukup bisa diharapkan. Bahkan saat saya menulis makalah di kuliah misalnya, ada dosen yang bertanya pertama kali sesaat setelah beliau membaca makalah saya.” Apakah anda penulis ? “ saya jawab belum pak, menulis masih menjadi hobby saja. Sebab saya punya kebiasaan menulis diary setiap hari. Lalu dosen itu berkata “.  Rasanya anda harus mencoba menekuni bidang penulisan, cara anda menulis bagus ”. Waah kata-kata yang datang dari seorang guru jelas berdampak besar bagi rasa percaya diri saya. Tapi toh itu masih saya simpan sebagai motivasi laten.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang ada di benak saya, keinginan untuk melakukan apa yang ada dalam diri saya mudah saya lakukan tetapi untuk mewujudkan keinginan menjadi penulis mengapa demikian susah. Misalnya saja, saat saya mengawali usaha sembako di teras rumah, modal awal saya hanya 5 kg gula pasir, teh celup, kopi dan satu dus mie instant, dan “ajaib” usaha itu berjalan, sehingga mampu saya andalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Memang jenis usaha yang saya tekuni adalah usaha pemenuhan kebutuhan sehari-hari, kata orang bisnis yang mengandalkan pada kebutuhan dasar manusia pastilah lebih memungkinkan beroperasi dengan sangat baik. Bisnis ini berkembang hingga badai krisis ekonomi menghantam membuat harga menjadi tidak stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengubah usaha, dengan menjajakan kosmetik dan berkeliling dari satu took-toko kelain, capek ya.. lelah ya.. tapi saya nikmat saja melakukkannya. Usaha ini berkembang ke usaha busana muslim, dua hari sepekan saya harus mengambil baju ke pasar grosir, kadang naik bis, naik kereta, atau kalau sedang ada yang mengantar ya pakai kendaraan pribadi. Capek ? ya… jelas. Tapi toh saya mampu menjalankannya dan menekuninya hingga saya bisa mengembangkannya menjadi sebuah butik. Tetapi tahukah anda ? bahwa disela-sela saya berbisnis, saya selalu menyediakan apa yang disebut dengan “NewsLetter”. Bermodal program publisher dalam Microsoft, saya membuat inhouse magazine ( dulu internet belum marak sebagai alat komunikasi pemasaran ). Saya bagikan sendiri  Inhouse magazine kepada pelanggan, sambil tak lupa mengucapkan terima kasih atas kunjungan mereka, dan menanyakan apakah ada keluhan atau tidak, usaha saya cukup maju jka dilihat dari tingkat kepercayaan supplier yang hampir berjumlah 250 supplier. Kebanyakan mereka adalah ibu rumah tangga, atau home industri yang menitipkan bajunya di tempat usaha saya. Usaha ini tetap berjalan hingga saya harus memutuskan untuk pindah lokasi di sebuah Mall. Di mall saya tidak bisa meneruskan strategi butik, sebab bersaing ketat dengan produksi massal. Maka saya beralih ke produksi massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Obsesi saya menulis berhenti ? tidak, sangat tidak. Saya meminta sahabat saya Mas Iqbal untuk membimbing saya menuangkan gagasan karena saya ingin membuat sebuah buku. Berjalan dua sampai tiga kali pertemuan yang sebenarnya cukup intensif, program ini mandeg. Tetapi di kepala saya masih menari-nari. Kemudian pertemuan saya dengan Mbak Rita Zahara - penulis cerpen di kompas -   yang juga membimbing saya untuk menuntaskan gagasan  penulisan buku juga mandeg. Mas Suryana, teman baik mbak Rita, juga turut membantu, tetapi entah mengapa program belajar menjadi penulis belum juga mampu saya realisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang asyik membuka internet, saya membuka situs menulis online – smo – saya daftar untuk ikut yang free. Komunikasi berlanjut, say abaca motivasi dari bang Jonru…. Senang sekali karena saya merasa termotivasi kembali untuk mewujudkan obsesi saya menjadi penulis. Tetapi hingga hari ini saya belum benar-benar menjadi siswa Bang Jonru, masih di angan-angan satu waktu saya mau ikut pelatihannya. Kemudian saya melihat kesempatan ada lomba menulis untuk bisa dapat potongan biaya kursus, saya senang dan saya mulai membuat tulisan, tetapi terhenti karena ada pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan. Saya sudah membaca prolog buku “ Cara Dahsyat menjadi penulis Hebat “ dan itu luar biasa. Saya sudah menyisipkan cover bukunya di Blog saya dan menyisipkan alamat situs menulis online group. Meski saya tahu terlambat dalam mengirimlkan naskah ini, dan mungkin dianulir untuk bisa mendapat diskon saat ini. Saya tetap akan mengirimkan naskah ini, paling tidak inilah upaya saya untuk belajar menjadi penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi berfikir, belajar menjadi penulis, sama dengan belajar jadi pengusaha, belajar jadi perenang. Mau jadi penulis ya nulis.... mau jadi pengusaha.... ya usaha. Mau jadi perenang ya  berenang... Jadi saya sekarang nulis aja ya.... begitu anjuran di buku Cara Dahsyat menjadi penulis hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Menulis... menulis itu nikmat. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-8286421189938151233?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/8286421189938151233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=8286421189938151233&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/8286421189938151233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/8286421189938151233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2009/11/belajar-menjadi-penulis.html' title='Belajar menjadi penulis'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-2004771997261303161</id><published>2009-11-26T18:16:00.001+07:00</published><updated>2009-11-26T18:17:22.323+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perhatian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><title type='text'>Kakakku yang tersayang</title><content type='html'>Kakakku Sayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memm sedih aku mendengar kabar saat ini kakaku tengah terbaring dirumah sakit. Aku dan kakakku terpaut usia yang cukup jauh, sekitar 30 tahun jaraknya. Beliau saat ini berusia 75th. Dengan profesinya sebagai Dosen, dan Guru Besar pada perguruan tinggi negeri loyalitas, dedikasi, integritas beliau tidak diragukan lagi. Pastilah saat ini mantan-mantan mahasiswanya telah bertebaran dan melalnglang buana entah sudah sampai kemana. Kakakku adalah sosok pengganti Ayah bagiku, Dengan kesenjangan usia yang cukup jauh, aku memang sesuai dengan putranya yang nomor dua. Jadi wajar jika aku mersa kakakku lebih sebagai figur pengganti Ayah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ayahku sendiri wafat dikala usiaku 18 tahun. Jika kuingat-ingat, perjalanan hidupku selanjutnya tanpa kusadari terbimbing oleh kakakku. Kakakku tinggal di Bandung bersama keluarganya, sementara aku di jakarta. Tetapi beliau senantiasa menyempatkan diri menengok kami,bila ke Jakarta. Aku masih ingat setiap kamis pasti kakaku mampir di Jakarta, waktu itu aku masih tinggal di daerah Matraman. Saat usiaku delapan belas tahun, ayahku wafat. Terasa berat bagi Ibuku untuk menanggung beban sendirian, utamanya dari sisi finansial. Ibu adalah sosok Ibu rumah tangga sejati, yang sabar, dan telaten. Tanpa terasa, saat aku memilih perguruan tinggi, saran dari kakak, menjadi salah satu acuanku.Saat aku menikah, beliau juga yang mendampingiku. Satu yang tak bisa kulupakan dari sosok kakaku ini, beliau tidak pernah lupa mengucapkan Selamat Ulang Tahun setiap tahun, sejak aku kecil hingg hari ini. Sungguh hal yang bagi sebagain orang dianggap tak berarti, tetapi setiap menjelang Ulang Tahun aku selalu ingat kakakku dan menantikan ucapan Selamatnya. Seakan ucapam itu bagaikan doa bagiku, dan terasa bahwa aku memiliki orang yang mengasihiku. Kakak kudoakan semoga engkau cepat pulih kembali dan dapat berkarya kembali. Salam sayangku untukmu...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk kakakku Prof Dr.Primadi Tabrani.... &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-2004771997261303161?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/2004771997261303161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=2004771997261303161&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/2004771997261303161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/2004771997261303161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2009/11/kakakku-yang-tersayang.html' title='Kakakku yang tersayang'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-7304326633592810084</id><published>2009-11-23T14:03:00.002+07:00</published><updated>2009-11-29T09:00:13.224+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berani;benar'/><title type='text'>Aku berani Maa...</title><content type='html'>Satu hari anak saya mengeluh " Ma besok aku gak mau sekolah ! dengan wajah yang demikian kesal. " Waah memangnya kenapa nak? jawab saya spontan. Disekolah temanku ada yang nakal... " Mm begitu ya. "Boleh saja nak, kamu tidak sekolah, tapi coba pikirkan jika kamu tidak sekolah hanya karena takut, sementara temanmu yang nakal justru masuk dan belajar disekolah. Kira-kira siapa ya yang akan menjadi lebih pintar ? " Temanku ", jawabnya spontan. Lalu.... apa kamu mau temanmu menjadi lebih pandai?. " Tidak ". Jawabnya spontan lagi. "Tapi temanku itu nakal sekali, aku dipukulnya". sambungnya. Sebenarnya yang kamu rasakan itu adalah rasa takut, boleh takut tetapi jangan berlebihan nak. Untuk sesuatu yang kamu anggap kamu tidak salah, kamu tidak boleh takut. Bahkan ketika kamu melakukan kesalahan sekalipun kamu masih harus punya keberanian untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"jadi aku harus bagaimana?" mata polos menatap wajahku... " Anak pintar, jangan mengorbankan yang baik hanya untuk sekedar menghindar dari masalah". Katakan saja pada temanmu, bahwa " aku tidak mau dipukul, dengan tegas dan berani ". " Aku takuut..". " Cobalah dulu, kamu belum mencobanya kan ?. Begini, besok datang saja ke sekolah, dan jika temanmu masih nakal, katakan " aku tidak mau dipukul, sakit, dan aku tidak suka dipukul". Lalu kita lihat apa jadinya besok ya... " "iya " jawabnya. &lt;br /&gt;Tiga hari berlalu, anakku tak lagi mengeliuh, tapi aku ingin tahu bagaimana dia menyelesaikan masalah yang dihadapinya dengan masukan dariku, berhasilkah ? Malam menjelang tidur kutanyakan pada anakku. " Nak, bagaimana tentang temanmu yang memukul itu ?". Ooo iya.. aku lupa cerita". " Waktu di memukulku, aku bilang, "Sakit, aku tidak mau dipukul". Eeh temanku tiba-tiba diam. Aku jadi kasihan.... Jadi... temanmu tidak memukul lagi. "Tidak, dan sekarang kami berteman ". Setiap dia mau pukul aku, aku bilang aku tidak mau dipukul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu, apakah diskusiku dengan anakku memang berdampak demikian, atau sesungguhnya setiap anak punya potensi keberanian, hanya mereka belum dapat menempatkan kapan potensi itu berhasil guna... Bagiku paling tidak anakku mampu mengenali kemampuannya untuk menolak kedzaliman, tanpa harus merusak silaturahim. &lt;br /&gt;Paling tidak anakku bisa mempertahankan dirinya di tengah lingkungan yang tak bisa dikendalikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-7304326633592810084?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/7304326633592810084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=7304326633592810084&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/7304326633592810084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/7304326633592810084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2009/11/aku-berani-maa.html' title='Aku berani Maa...'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-8755521548836468035</id><published>2009-11-20T20:52:00.001+07:00</published><updated>2009-12-18T13:12:53.726+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terima kasih'/><title type='text'>Terima kasih anakku</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SysdIpWBjvI/AAAAAAAAAB4/LRrAmAkMyxk/s1600-h/zulhazmi2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SysdIpWBjvI/AAAAAAAAAB4/LRrAmAkMyxk/s200/zulhazmi2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Terima kasih anakku biasanya kata ini yang saya ucapkan jika anak saya telah membantu meringan tugas. Satu malam saya begitu repot untuk menyelesaikan tugas disertasi karena tinta printer saya habis. Anak saya membantu membelikannya. Saat lain pengetahuan saya tentang teknologi terasa lambat. Anak saya pula yang membantu saya membuatkan blog dan membantu saya berkreasi via internet.Ternyata anak memiliki kepekaan luar biasa untuk melihat situasi dimana kehadiran &amp;amp; ilmunya bisa digunakan dan bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-8755521548836468035?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://amieprimarni.org' title='Terima kasih anakku'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/8755521548836468035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=8755521548836468035&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/8755521548836468035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/8755521548836468035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2009/11/terima-kasih-anakku.html' title='Terima kasih anakku'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SysdIpWBjvI/AAAAAAAAAB4/LRrAmAkMyxk/s72-c/zulhazmi2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-6958258257446424929</id><published>2009-11-20T17:21:00.002+07:00</published><updated>2009-11-29T08:57:16.163+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='worldview'/><title type='text'>Teori Pendidikan Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 85%;"&gt;Dalam sebuah blog saya membaca pertanyaan adakah Teori Pendidikan Islam ?. Ya menarik memang jika kita melihat perkembangan Ilmu Pengetahuan utamanya dalam perspektif Islam. Saya hanya sekedar ingin sharing saja.Sebelum saya mencoba menjawab pertanyaan itu, perlu kita pahami dulu apakah yang dimaksud dengan Teori dalam perspektif Ilmu Pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 85%;"&gt;Teori adalah sejumlah asumsi yang dibuat untuk menunjuk suatu objek yang didasarkan atas pengamatan, penelitian dan pembuktian empiris, sesuai dengan cara kerja Ilmu Pengetahuan dan mendapat pengakuan.Jika Teori ini yang dimaksud maka kita harus bisa menjawab misalnya, apakah ada cara terbaik dan berhasil guna dalam mempelajari Al-Qur'an. Apakah ada cara terbaik dan berhasil guna untuk memahami proses belajar siswa ? jika kita menemukannya maka kita bisa menjawab bahwa Teori Pendidikan Islam ada. Tetapi masih terlalu sedikit. Mengapa demikian, bangunan Ilmu Pengetahuan Islam lambat dalam merespons perkembangan. Terus terang Ilmuwan Islam lemah dalam penelitian lapangan, sehingga tidak menghasilkan karya yang nyata, atau terlihat. Padahal perintah tafakkur senantiasa berdampingan dengan perintah taddabur. Lalu bagaimana ya... jangan khawatir dalam Sistem Pendidikan Islam, sesungguhnya peran mendidik paling melekat pada kedua orangtua sebelum anak bisa mendapat Ilmu Pengetahuan dari guru dan lingkungan. Oleh sebab itu pada masa lalu teori belum dibutuhkan sebab, fondasi Ilmu Pendidikan, konsep Ilmu Pendidikan dan Praktek Pendidikan langsung diterapkan dalam keseharian. Misalnya saja, membimbing anak makan menggunakan tangan kanan, menjaga kebersihan dengan membasuh tiga kali. Bahkan kalau kita mau sedikit membuka wacana, seluruh isi kitab suci Al-Qur'an adalah dalam rangka mendidik manusia menjadi baik, cerdas dan bertaqwa. Pada masa sekarang jika kita ingin mengembangkan Teori Pendidikan Islam maka kita harus mulai dengan kerangka bangunan ilmu pengetahuan yang cocok dengan wordview Islam. Dari situ barulah kita bisa membangun Ilmu Pengetahuan Pendidikan. Kita bisa mengelaborasi makna tarbiyah, ta'lim, tadris, ta;dib, hingga tahap penelitian. Belum ada penelitian tentang apakah menghafal Al-Quran memiliki dampak terhadap perkembangan Otak manusia ? Sebab sekarang ini banyak orangtua yang keberatan jika anaknya diwajibkan menghafal Al-Quran, mereka ingin Al-Quran dipahami, bukan dihafalkan. Padahal menghafal Al-Quran merupakan rangkaian ibadah, pendidikan dan amalan, yang tujuannya agar manusia terjaga kebaikannya. Jika penelitian ini dilakukan dengan cermat, sangat mungkin muncul Teori Belajar Al-Quran, yang bisa menjawab asumsi bahwa menghafal dengan cara yang tepat baik untuk merangsang Otak manusia. Dan mengimbangi asumsi tidak selamanya menghafal itu buruk. Wauwlohua'lam bisawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-6958258257446424929?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://amie.aksespraktis.net' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/6958258257446424929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=6958258257446424929&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/6958258257446424929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/6958258257446424929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2009/11/teori-pendidikan-islam.html' title='Teori Pendidikan Islam'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3992202863844070147.post-3138688274098377417</id><published>2009-11-16T19:46:00.001+07:00</published><updated>2009-11-29T09:00:59.229+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebaikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebenaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepastian'/><title type='text'>Jika kepastian kebenaran menghilang</title><content type='html'>Jika kepastian kebenaran menghilang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agak ngeri saya sebetulnya untuk menulis ini, sebab apa yang akan saya uraikan ini masih hangat menjadi pembicaraan. Meskipun sudut pandang yang hendak saya tuangkan agak berbeda, tetapi karena kasusnya sangat populer maka saya meminta izin untuk menggunakan kasus ini hanya sebagai ilustrasi semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian, hingga saat ini masih terus bergulir. Para pengamat komunikasi, komunikasi politik, pelaku politik, pengamat hukum, pelaku hukum rasanya sudah banyak bicara, tentu saja masing-masing dengan sudut pandang "keilmuan"nya dan sudut "keilmiahannya". Dari sudut ke ilmuan maka kebenaran akan merujuk pada benar secara ilmu. Dari sudut keilmiahan maka kebenaran akan merujuk pada kriteria ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja, pakar komunikasi akan mengatakan bahwa " opini publik yang negatif akan mempengaruhi citra pemerintah ". Sementara sudut pandang lain akan mengatakan " tidaklah semudah itu sebuah masalah sampai bisa menghancurkan sebuah kepercayaan". Sudut pandang yang lain akan mengatakan " kebenaran harus diperjuangkan". Duuh masalah jadi semakin rumit. Saya melihat ada dua masalah yang dapat diambil ibrahnya, pertama masalah kepemimpinan, dan kedua masalah kepastian dan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi terpikirkan untuk mengilustrasikan kemampuan kepemimpinan Nabi Muhammad dalam menghadapi konflik saat para pemimpin suku di tanah arab pada waktu itu hendak mengembalikan Hajar Aswad pada tempatnya. Ketika Rasul kemudian datang, beliau membentangkan sorbannya, dan mengangkat hajar aswad , meletakkan diatasnya. Dan meminta setiap petinggi suku untuk memegang pucuk sorban, dan bersama-sama mengangkat hajar aswad untuk diletakkan pada tempatnya. Saya tidak tahu apakah ada ulama yang telah menafsirkan ini, atau menjelaskan makna ini. Tetapi saya melihat dari segi kepemimpinan Rasul sebagai pemimpin membantu untuk mencarikan jalan keluar, menolong meletakkan masalah pada tempatnya dan mendorong pengambilan keputusan yang elegan, dimana para petinggi tidak kehilangan muka dan wibawa diantara sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua masalah yang amat mendasar adalah, kepastian kebenaran. Pakar komunikasi  dan pelaku politik yang mencium  adanya " krisis manajemen" yang bisa mengarah pada jatuhnya sebuah kepemimpinan disebabkan oleh ketidak percayaan, utamanya mengatakan bahwa " saat ini rakyat dibuat bingung, saat ini rasa keadilan masyarakat tidak bisa menerima hal-hal yang kemungkinan sangat mengandung ketidakbenaran,dan ketidak percayaan ini jika tidak ditangani dengan baik, akan menjadi bola salju yang liar". Menurut hemat saya, sudut pandang yang berbeda-beda tetap perlu mendapat perhatian, sebab semua itu adalah ilmu yang bermanfaat yang mampu memprediksi suatu situasi yang sejauh ini telah terbukti secara nyata dan ilmiah. Artinya bahwa sejarah dan fakta membuktikan pernah ada negara yang runtuh disebabkan keterlambatan dalam mengatasi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua apa yang terjadi , yang penting menurut saya adalah, ternyata saya sampai pada suatu pemikiran, bahwa Manusia sejatinya membutuhkan apa yang disebut dengan kebenaran hakiki, dan kepastian hakiki. Ilmu adalah sebuah kebenaran pada ruang lingkup , waktu dan tempatnya. Ilmu juga sebuah kepastian yang berada pada ruang lingkup, waktu dan tempatnya. Tetapi manusia membutuhkan kepastian dalam kebenaran yang hakiki, yang hanya dimiliki oleh Allah swt. Ilmu Alam membutuhkan kepastian bahwa matahari terbit dari timur, dan beredar pada porosnya, sungai dan laut tidak tumpah, selama alam ini masih terbentang. Ilmu Alam membutuhkan kebenaran, matahari terbit dari timur,  dan tenggelam di barat. Ilmu sosial membutuhkan kepastian bahwa manusia mati, dan butuh kebenaran, bahwa manusia berasal dari segumpal darah. Tanpa kebenaran yang pasti, manusia tak tahu harus berbuat apa. Tanpa bimbingan Allah swt, manusia tak tahu harus berbuat apa. Tanpa bimbingan Allah swt manusia akan kehilangan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu , Ilmu (akal) harus bersanding dengan Iman ( qalbu ) ,  agar amal  ( pekerjaan ) sesuai dengan kepastian kebenaran. Waawlohualam'bisawab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3992202863844070147-3138688274098377417?l=penuliskreatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://amieprimarni.org' title='Jika kepastian kebenaran menghilang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/feeds/3138688274098377417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3992202863844070147&amp;postID=3138688274098377417&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/3138688274098377417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3992202863844070147/posts/default/3138688274098377417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penuliskreatif.blogspot.com/2009/11/jika-kepastian-kebenaran-menghilang.html' title='Jika kepastian kebenaran menghilang'/><author><name>DR.Amie Primarni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15785270739821046932</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ksz_M9lhE8o/SyscFJUy9aI/AAAAAAAAABY/zXjDAnpEAdI/S220/ami+10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
