Setiap hari putriku yang terkecil selalu mencoret-coret kertas, entah dengan gambar, ataupun tulisan. Tetapi yang aku aneh adalah hampir disemua karyanya diakhiri dengan tulisan " I love U mama". Kalau ku hitung-hitung jumlah kertas karya, mungkin ada satu dus Aqua, bahkan lebih. Jadi kalau ku hitung berapa kali anakku mengatakan "I love U mama " mungkin ribuan jumlahnya. Sementara berapa kali ya aku mengungkapkan " I love U nak .." Sepanjang hari aku berada di kantor, berangkat Pk. 07.00 dan sampai di rumah Pk. 20.00. Di pagi hari aku mengatakan I love U, saat mengantar dia di gerbang pintu rumah menuju mobil jemputan. Sepulang sekolah, anakku lah yang berinisiatif menelfonku, pas pk. 15.15 dia pasti menelfon, sapanya " Mamaa, aku sudah pulang. Aku kangen Mama. Aku boleh main ? " jawabku "Boleh nak ". Mmmuach, aku kangen mama, aku sayang mama. I love U maa. Aku main dulu ya... daaag ".
Menjelang pulang kantor, aku butuh waktu dua jam untuk sampai di rumah. Jika pukul tujuh malam aku belum sampai, maka anakku akan kembali telpon " mama, mama ada dimana ? kok... lama ? aku kangen mama. Aku sayang mama ". " Tunggu ya nak jawabku, "mama masih di jalan ". Sampai dirumah, anakku akan berlari dan menghabur ke pelukanku tanpa peduli apakah aku kotor atau bersih, yang pertama dimintanya adalah... cium... kemudian pelukkan dan lagi " aku kangen mama, aku sayang mama". Selesai aku mandi, biasanya aku makan dan menonton televisi sebentar sekedar mencari refreshing. Menjelang malam, biasanya Pk. 20.30 anakku sudah mengajak untuk istirahat. Berkali-kali " aku kangen mama" dan "aku sayang mama" meluncur dari bibirnya tak putus-putus.....sampai dia tertidur lelap memelukku.
Duuuh.. gusti... Ya Allah, apakah seimbang kasih sayangku pada anakku, dibandingkan kasih sayangnya padaku. Pameo mengatakan," kasih Ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah" ku pikir tidak seratus persen benar. Jangan-jangan justru terbalik.... anakku...aku kangen kamu nak... dan aku sayang kamu nak...