Seringkali Ilham datang tanpa diundang, tak mungkin terulang sebab itu adalah karunia Allah SWT.
Monday, September 7, 2015
Reebonz
Friday, August 7, 2015
Tas Favorit saya...
Tuesday, August 4, 2015
[ TOOLS ILMU MENDIDIK 1 ]
[ TOOLS ILMU MENDIDIK 1 ]
Setelah saya amati, saya pelajari, saya praktekkan.
ILMU MENDIDIK itu adalah ILMU SABAR.
Mau mendidik siapa...
Mau mendidik jadi apa...
ILMU SABAR adalah TOOLS nya.
Coba aja deh... untuk bisa jalan anak butuh waktu paling tidak 11 bulan.
Untuk bisa makan sendiri butuh latihan 6 bulan.
Untuk bisa ke kamar mandi sendiri butuh latihan 6 bulan.
Untuk bisa berenang butuh latihan 6 bulan.
Itu adalah latihan fisik motorik.
Untuk pengembangan nalar atau knowledge butuh waktu 21 tahun.
Nah...dari semua itu yang paling berat latihannya adalah mendidik pengendalian emosi yang jangka waktu pendidikannya dimulai sejak dini hingga akhir hayat.
Lihat ....bukankah ILMU MENDIDIK itu ILMU SABAR ....
Mau mendidik jadi apa...
ILMU SABAR adalah TOOLS nya.
Coba aja deh... untuk bisa jalan anak butuh waktu paling tidak 11 bulan.
Untuk bisa makan sendiri butuh latihan 6 bulan.
Untuk bisa ke kamar mandi sendiri butuh latihan 6 bulan.
Untuk bisa berenang butuh latihan 6 bulan.
Itu adalah latihan fisik motorik.
Untuk pengembangan nalar atau knowledge butuh waktu 21 tahun.
Nah...dari semua itu yang paling berat latihannya adalah mendidik pengendalian emosi yang jangka waktu pendidikannya dimulai sejak dini hingga akhir hayat.
Lihat ....bukankah ILMU MENDIDIK itu ILMU SABAR ....
[ TOOLS ILMU MENDIDIK 2 ]
[ TOOLS ILMU MENDIDIK 2 ]
Kemarin saya share ILMU SABAR sebagai Tools Pertama dalam mendidik.
Setelah saya menghayati Tools kedua setelah ILMU SABAR, ternyata adalah ILMU TULUS.
Lho kok ILMU TULUS ? ...Iya coba deh perhatikan...
Saat mendidik anak kita untuk jalan, mereka minta kita untuk menuntunnya, padahal pinggang kita sudah sakittt banget. Dengan TULUS kita berdiri dan berjalan mendampinginya.
Saat mendidik anak makan sendiri, masih berantakan...dengan TULUS kita menunggunya hingga selesai, membersihkan mejanya, merapikan piringnya, memandikannya lagi.
Saat mendidik disiplin, dengan TULUS menemaninya menyiapkan buku dan seragam di malam hari. Sehingga bangun pagi tidak repot.
Berhasilkah dalam waktu cepat ?... eeeit belum tentu... karena itu Tools SABARNYA jangan di tinggal.
Seperti menyulam dengan dua benang yang berbeda warna. SABAR dan TULUS disatukan dalam menyulam.Hasilnya Indah...ada benang SABAR warna kuning dan benang TULUS warna hijau, diatas kain putih. Indahkan ?...
Coba lah sekali saja kita tidak TULUS dalam mendidik. Jangan harap ILMU kita sampai kepada anak. Jangan harap ada perubahan.
Belajar Mendidik itu sepanjang hayat....
Saat mendidik anak kita untuk jalan, mereka minta kita untuk menuntunnya, padahal pinggang kita sudah sakittt banget. Dengan TULUS kita berdiri dan berjalan mendampinginya.
Saat mendidik anak makan sendiri, masih berantakan...dengan TULUS kita menunggunya hingga selesai, membersihkan mejanya, merapikan piringnya, memandikannya lagi.
Saat mendidik disiplin, dengan TULUS menemaninya menyiapkan buku dan seragam di malam hari. Sehingga bangun pagi tidak repot.
Berhasilkah dalam waktu cepat ?... eeeit belum tentu... karena itu Tools SABARNYA jangan di tinggal.
Seperti menyulam dengan dua benang yang berbeda warna. SABAR dan TULUS disatukan dalam menyulam.Hasilnya Indah...ada benang SABAR warna kuning dan benang TULUS warna hijau, diatas kain putih. Indahkan ?...
Coba lah sekali saja kita tidak TULUS dalam mendidik. Jangan harap ILMU kita sampai kepada anak. Jangan harap ada perubahan.
Belajar Mendidik itu sepanjang hayat....
[TOOLS ILMU MENDIDIK 3 ]
[TOOLS ILMU MENDIDIK 3 ]
Saya menemukan ini berdasarkan
pengalaman, pengamalan, dan pengamatan. Saya harus menggunakan ini,
karena bagi saya ILMU MENDIDIK itu sampai batas tertentu menjadi ART,
seni mendidik. Tidak ada resep yang baku dan kaku untuk mendidik. Sama
dengan ILMU MEMIMPIN, teorinya banyak. Tapi sampai batas tertentu Ilmu
ini juga akan menjadi Art, seni memimpin.
Yuuk...
Dua TOOLS sudah saya perkenalkan. Pertama, ILMU SABAR
Kedua, ILMU TULUS
Kalau anak kita ibaratkan sebuah kain putih yang lembut, dan halus. Dua TOOLS ini kita ibaratkan Benang. Maka kita seperti menyulam dengan dua benang yang berbeda warna. SABAR dan TULUS disatukan dalam menyulam.
Hasilnya Indah...ada benang SABAR warna kuning dan benang TULUS warna hijau, diatas kain putih. Indahkan ?...
Sekarang saya tambahkan satu tools lagi, yaitu ILMU MENDENGARKAN. Ilmu yang satu ini, mengandalkan energy dalam. Wuiiih...ilmu tingkat tinggi nih...
Begini, pernahkah Anda saat sedang Diam...di rumah misalnya...saking sunyinya, Anda bisa mendengar suara angin bertiup ? kalau saya biasanya mengalami ini saat sholat tarawih di mesjid, dimana kesunyian justru mampu menghadirkan suara jauh yang terdengar dekat, dan suara alam yang seperti ikut tunduk dalam sholat. Aneh ya ? .... sebenarnya tidak.
Cobalah sesekali Anda, benar-benar diam dalam tenang yang sadar. Pejamkan mata Anda dan dengarkan suara yang masuk. Meski secara fisik Anda tidak melihat, tetapi pendengaran Anda akan bekerja memberikan visualisasi dalam imajinasi Anda tentang "suara apakah yang hadir itu". inilah yang saya maksud dengan Tools ILMU MENDENGARKAN.
Coba DENGARKAN betul anak-anak Anda. Yang tersurat maupun yang tersirat. Yang implisit maupun yang explisit. Yang ghaib, maupun yang dhazir. Koneksifitas yang tinggi akan memghubungkan Anda dan anak-anak Anda sehingga Anda bisa selalu terkoneksi dengan baik, sehingga Anda bisa menjalin hubungan yang baik dengan anak-anak Anda.
Hubungan bathin Anda dan anak-anak terjalin kuat. Ini seperti remote.....
Tools Benang Merah MENDENGARKAN sudah Anda miliki. Sulamlah bersama benang kuning yang SABAR dan benang hijau yang TULUS.
Kedua, ILMU TULUS
Kalau anak kita ibaratkan sebuah kain putih yang lembut, dan halus. Dua TOOLS ini kita ibaratkan Benang. Maka kita seperti menyulam dengan dua benang yang berbeda warna. SABAR dan TULUS disatukan dalam menyulam.
Hasilnya Indah...ada benang SABAR warna kuning dan benang TULUS warna hijau, diatas kain putih. Indahkan ?...
Sekarang saya tambahkan satu tools lagi, yaitu ILMU MENDENGARKAN. Ilmu yang satu ini, mengandalkan energy dalam. Wuiiih...ilmu tingkat tinggi nih...
Begini, pernahkah Anda saat sedang Diam...di rumah misalnya...saking sunyinya, Anda bisa mendengar suara angin bertiup ? kalau saya biasanya mengalami ini saat sholat tarawih di mesjid, dimana kesunyian justru mampu menghadirkan suara jauh yang terdengar dekat, dan suara alam yang seperti ikut tunduk dalam sholat. Aneh ya ? .... sebenarnya tidak.
Cobalah sesekali Anda, benar-benar diam dalam tenang yang sadar. Pejamkan mata Anda dan dengarkan suara yang masuk. Meski secara fisik Anda tidak melihat, tetapi pendengaran Anda akan bekerja memberikan visualisasi dalam imajinasi Anda tentang "suara apakah yang hadir itu". inilah yang saya maksud dengan Tools ILMU MENDENGARKAN.
Coba DENGARKAN betul anak-anak Anda. Yang tersurat maupun yang tersirat. Yang implisit maupun yang explisit. Yang ghaib, maupun yang dhazir. Koneksifitas yang tinggi akan memghubungkan Anda dan anak-anak Anda sehingga Anda bisa selalu terkoneksi dengan baik, sehingga Anda bisa menjalin hubungan yang baik dengan anak-anak Anda.
Hubungan bathin Anda dan anak-anak terjalin kuat. Ini seperti remote.....
Tools Benang Merah MENDENGARKAN sudah Anda miliki. Sulamlah bersama benang kuning yang SABAR dan benang hijau yang TULUS.
Tuesday, July 28, 2015
Memacu Prestasi
Pernah mendengar kata motivasi kan ? sering malah...ada yang tahu apa sih sebenarnya motivasi itu. Saya tidak akan bersibuk-sibuk untuk mencari definisi dari motivasi. Anda tinggal searching saja maka definisi motivasi dari para pakar akan segera muncul, pilihlah mana yang anda setuju untuk menggambarkan Motivasi.
Tapi kali ini saya akan membahasnya dari sisi yang lain. Saya ingin melihat kemampuan diri kita dari dalam diri itu sendiri.
Ada kalanya kita menginginkan sesuatu yang amat sangat... keinginan yang begitu kuat untuk meraih sesuatu. Anda pernah merasakan itu kan ? seperti ada energi yang membakar tubuh kita dari dalam. Panas... dan doromgan yang kuat untuk melakukannya agar apa yang kita inginkan terwujud.
Friday, July 24, 2015
Fokus
Kali ini saya akan fokus untuk mengembangkan passion saya. Saya telah memutuskan untuk menyelesaikan passion ini dengan sempurna.
Semoga Allah memudahkan langkah saya.
Semoga Allah memudahkan langkah saya.
Subscribe to:
Posts (Atom)