Tahun telah berganti, sering kita merenungi kehidupan yang telah kita lalui, apa yang telah kita raih, apa yang telah kita dapat. Ada orang yang telah melalui masa jayanya, sambil tersenyum dia mencoba mengingat kembali masa indah, dimana dia bisa mendapatkan apa yang diiinginkannya. Jabatan dengan segala fasilitas, dan kewenangan.Ditengah senyumnya yang bahagia, tiba-tiba wajahnya tertunduk, dan setetes air berlinang diujung matanya. Katanya " Ah.. andai dulu aku tidak melakukannya". mungkin saat ini aku masih bisa duduk disana. Melakukan sesuatu yang salah sering baru disesali setelah lama berselang, dan menimbulkan akibat yang dalam. Terjungkal dari jabatan, hilang fasilitas dan kewenangan. Lalu hanya kenangan semasa yang tertinggal. Di lain tempat, masih saja ada orang yang memimpikan untuk dapat tinggal di tempat yang layak, sambil tersenyum membayangkan betapa enaknya tinggal di tempat yang layak, memiliki jabatan, fasilitas dan kewenangan. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa episode kehidupan sangat mungkin berganti dalam hitungan detik. Yang satu keluar dari penjara dunia, yang lain masuk penjara dunia. Yang satu masuk istana dunia, yang lain keluar istana dunia. Banyak pula yang mengira mereka tengah mengecap istana dunia, padahal sesungguhnya mereka tengah berada dalam penjara akhirat. Sebaliknya yang lain merasa terpenjara, padahal sesungguhnya mereka sedang dalam istana akhirat. Manusia dilahirkan sempurna, pilihan hidupnya yang menentukan kesempurnaan akhir.
Tahun telah berganti, dan banyak orang meluangkan waktu untuk sekedar menyusuri apa yang telah dilakukannya, seberapa banyak yang bisa dilakukan dan untuk siapa dia melakukannya. Jika kita telusuri setiap orang yang memiliki kelebihan untuk berbuat pasti juga akan memiliki sejumlah tantangan. Penutup akhir tahun memberikan kita sebuah perenungan yang mendalam. Lepas dari pro dan kontra - hadirnya seorang tokoh KH Abdurahman Wahid - seolah mengingatkan kita tentang apa yang telah mampu kita lakukan dalam hidup untuk banyak orang. Semakin banyak yang merasakan semakin banyak yang kehilangan. Lalu kita perlu juga bertanya ... kelak jika kita kembali kepada Allah swt. Siapakah yang kehilangan kita ? siapa sajakah yang merindukan kita ? .... Apa yang sudah kita perbuat ? jangan-jangan kita masih sebatas memikirkan diri kita sendiri saja ....
Tahun telah berganti, dan banyak orang meluangkan waktu untuk sekedar menyusuri apa yang telah dilakukannya, seberapa banyak yang bisa dilakukan dan untuk siapa dia melakukannya. Jika kita telusuri setiap orang yang memiliki kelebihan untuk berbuat pasti juga akan memiliki sejumlah tantangan. Penutup akhir tahun memberikan kita sebuah perenungan yang mendalam. Lepas dari pro dan kontra - hadirnya seorang tokoh KH Abdurahman Wahid - seolah mengingatkan kita tentang apa yang telah mampu kita lakukan dalam hidup untuk banyak orang. Semakin banyak yang merasakan semakin banyak yang kehilangan. Lalu kita perlu juga bertanya ... kelak jika kita kembali kepada Allah swt. Siapakah yang kehilangan kita ? siapa sajakah yang merindukan kita ? .... Apa yang sudah kita perbuat ? jangan-jangan kita masih sebatas memikirkan diri kita sendiri saja ....