Belajar menjadi penulis
Saat ini apa yang menjadi satu-satunya obsesi saya adalah menjadi penulis, suatu kegiatan yang sesungguhnya paling saya sukai, dan kata guru-guru saya dulu kemampuan saya mengarang cukup bisa diharapkan. Bahkan saat saya menulis makalah di kuliah misalnya, ada dosen yang bertanya pertama kali sesaat setelah beliau membaca makalah saya.” Apakah anda penulis ? “ saya jawab belum pak, menulis masih menjadi hobby saja. Sebab saya punya kebiasaan menulis diary setiap hari. Lalu dosen itu berkata “. Rasanya anda harus mencoba menekuni bidang penulisan, cara anda menulis bagus ”. Waah kata-kata yang datang dari seorang guru jelas berdampak besar bagi rasa percaya diri saya. Tapi toh itu masih saya simpan sebagai motivasi laten.
Seringkali Ilham datang tanpa diundang, tak mungkin terulang sebab itu adalah karunia Allah SWT.
Sunday, November 29, 2009
Thursday, November 26, 2009
Kakakku yang tersayang
Kakakku Sayang...
Memm sedih aku mendengar kabar saat ini kakaku tengah terbaring dirumah sakit. Aku dan kakakku terpaut usia yang cukup jauh, sekitar 30 tahun jaraknya. Beliau saat ini berusia 75th. Dengan profesinya sebagai Dosen, dan Guru Besar pada perguruan tinggi negeri loyalitas, dedikasi, integritas beliau tidak diragukan lagi. Pastilah saat ini mantan-mantan mahasiswanya telah bertebaran dan melalnglang buana entah sudah sampai kemana. Kakakku adalah sosok pengganti Ayah bagiku, Dengan kesenjangan usia yang cukup jauh, aku memang sesuai dengan putranya yang nomor dua. Jadi wajar jika aku mersa kakakku lebih sebagai figur pengganti Ayah.
Monday, November 23, 2009
Aku berani Maa...
Satu hari anak saya mengeluh " Ma besok aku gak mau sekolah ! dengan wajah yang demikian kesal. " Waah memangnya kenapa nak? jawab saya spontan. Disekolah temanku ada yang nakal... " Mm begitu ya. "Boleh saja nak, kamu tidak sekolah, tapi coba pikirkan jika kamu tidak sekolah hanya karena takut, sementara temanmu yang nakal justru masuk dan belajar disekolah. Kira-kira siapa ya yang akan menjadi lebih pintar ? " Temanku ", jawabnya spontan. Lalu.... apa kamu mau temanmu menjadi lebih pandai?. " Tidak ". Jawabnya spontan lagi. "Tapi temanku itu nakal sekali, aku dipukulnya". sambungnya. Sebenarnya yang kamu rasakan itu adalah rasa takut, boleh takut tetapi jangan berlebihan nak. Untuk sesuatu yang kamu anggap kamu tidak salah, kamu tidak boleh takut. Bahkan ketika kamu melakukan kesalahan sekalipun kamu masih harus punya keberanian untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahan.
Friday, November 20, 2009
Terima kasih anakku
Terima kasih anakku biasanya kata ini yang saya ucapkan jika anak saya telah membantu meringan tugas. Satu malam saya begitu repot untuk menyelesaikan tugas disertasi karena tinta printer saya habis. Anak saya membantu membelikannya. Saat lain pengetahuan saya tentang teknologi terasa lambat. Anak saya pula yang membantu saya membuatkan blog dan membantu saya berkreasi via internet.Ternyata anak memiliki kepekaan luar biasa untuk melihat situasi dimana kehadiran & ilmunya bisa digunakan dan bermanfaat.
Teori Pendidikan Islam
Dalam sebuah blog saya membaca pertanyaan adakah Teori Pendidikan Islam ?. Ya menarik memang jika kita melihat perkembangan Ilmu Pengetahuan utamanya dalam perspektif Islam. Saya hanya sekedar ingin sharing saja.Sebelum saya mencoba menjawab pertanyaan itu, perlu kita pahami dulu apakah yang dimaksud dengan Teori dalam perspektif Ilmu Pengetahuan.
Monday, November 16, 2009
Jika kepastian kebenaran menghilang
Jika kepastian kebenaran menghilang...
Agak ngeri saya sebetulnya untuk menulis ini, sebab apa yang akan saya uraikan ini masih hangat menjadi pembicaraan. Meskipun sudut pandang yang hendak saya tuangkan agak berbeda, tetapi karena kasusnya sangat populer maka saya meminta izin untuk menggunakan kasus ini hanya sebagai ilustrasi semata.
Berita KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian, hingga saat ini masih terus bergulir. Para pengamat komunikasi, komunikasi politik, pelaku politik, pengamat hukum, pelaku hukum rasanya sudah banyak bicara, tentu saja masing-masing dengan sudut pandang "keilmuan"nya dan sudut "keilmiahannya". Dari sudut ke ilmuan maka kebenaran akan merujuk pada benar secara ilmu. Dari sudut keilmiahan maka kebenaran akan merujuk pada kriteria ilmiah.
Berita KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian, hingga saat ini masih terus bergulir. Para pengamat komunikasi, komunikasi politik, pelaku politik, pengamat hukum, pelaku hukum rasanya sudah banyak bicara, tentu saja masing-masing dengan sudut pandang "keilmuan"nya dan sudut "keilmiahannya". Dari sudut ke ilmuan maka kebenaran akan merujuk pada benar secara ilmu. Dari sudut keilmiahan maka kebenaran akan merujuk pada kriteria ilmiah.
Subscribe to:
Posts (Atom)