Memm sedih aku mendengar kabar saat ini kakaku tengah terbaring dirumah sakit. Aku dan kakakku terpaut usia yang cukup jauh, sekitar 30 tahun jaraknya. Beliau saat ini berusia 75th. Dengan profesinya sebagai Dosen, dan Guru Besar pada perguruan tinggi negeri loyalitas, dedikasi, integritas beliau tidak diragukan lagi. Pastilah saat ini mantan-mantan mahasiswanya telah bertebaran dan melalnglang buana entah sudah sampai kemana. Kakakku adalah sosok pengganti Ayah bagiku, Dengan kesenjangan usia yang cukup jauh, aku memang sesuai dengan putranya yang nomor dua. Jadi wajar jika aku mersa kakakku lebih sebagai figur pengganti Ayah.
Ayahku sendiri wafat dikala usiaku 18 tahun. Jika kuingat-ingat, perjalanan hidupku selanjutnya tanpa kusadari terbimbing oleh kakakku. Kakakku tinggal di Bandung bersama keluarganya, sementara aku di jakarta. Tetapi beliau senantiasa menyempatkan diri menengok kami,bila ke Jakarta. Aku masih ingat setiap kamis pasti kakaku mampir di Jakarta, waktu itu aku masih tinggal di daerah Matraman. Saat usiaku delapan belas tahun, ayahku wafat. Terasa berat bagi Ibuku untuk menanggung beban sendirian, utamanya dari sisi finansial. Ibu adalah sosok Ibu rumah tangga sejati, yang sabar, dan telaten. Tanpa terasa, saat aku memilih perguruan tinggi, saran dari kakak, menjadi salah satu acuanku.Saat aku menikah, beliau juga yang mendampingiku. Satu yang tak bisa kulupakan dari sosok kakaku ini, beliau tidak pernah lupa mengucapkan Selamat Ulang Tahun setiap tahun, sejak aku kecil hingg hari ini. Sungguh hal yang bagi sebagain orang dianggap tak berarti, tetapi setiap menjelang Ulang Tahun aku selalu ingat kakakku dan menantikan ucapan Selamatnya. Seakan ucapam itu bagaikan doa bagiku, dan terasa bahwa aku memiliki orang yang mengasihiku. Kakak kudoakan semoga engkau cepat pulih kembali dan dapat berkarya kembali. Salam sayangku untukmu...
Untuk kakakku Prof Dr.Primadi Tabrani....
No comments:
Post a Comment