Dalam sebuah blog saya membaca pertanyaan adakah Teori Pendidikan Islam ?. Ya menarik memang jika kita melihat perkembangan Ilmu Pengetahuan utamanya dalam perspektif Islam. Saya hanya sekedar ingin sharing saja.Sebelum saya mencoba menjawab pertanyaan itu, perlu kita pahami dulu apakah yang dimaksud dengan Teori dalam perspektif Ilmu Pengetahuan.
Teori adalah sejumlah asumsi yang dibuat untuk menunjuk suatu objek yang didasarkan atas pengamatan, penelitian dan pembuktian empiris, sesuai dengan cara kerja Ilmu Pengetahuan dan mendapat pengakuan.Jika Teori ini yang dimaksud maka kita harus bisa menjawab misalnya, apakah ada cara terbaik dan berhasil guna dalam mempelajari Al-Qur'an. Apakah ada cara terbaik dan berhasil guna untuk memahami proses belajar siswa ? jika kita menemukannya maka kita bisa menjawab bahwa Teori Pendidikan Islam ada. Tetapi masih terlalu sedikit. Mengapa demikian, bangunan Ilmu Pengetahuan Islam lambat dalam merespons perkembangan. Terus terang Ilmuwan Islam lemah dalam penelitian lapangan, sehingga tidak menghasilkan karya yang nyata, atau terlihat. Padahal perintah tafakkur senantiasa berdampingan dengan perintah taddabur. Lalu bagaimana ya... jangan khawatir dalam Sistem Pendidikan Islam, sesungguhnya peran mendidik paling melekat pada kedua orangtua sebelum anak bisa mendapat Ilmu Pengetahuan dari guru dan lingkungan. Oleh sebab itu pada masa lalu teori belum dibutuhkan sebab, fondasi Ilmu Pendidikan, konsep Ilmu Pendidikan dan Praktek Pendidikan langsung diterapkan dalam keseharian. Misalnya saja, membimbing anak makan menggunakan tangan kanan, menjaga kebersihan dengan membasuh tiga kali. Bahkan kalau kita mau sedikit membuka wacana, seluruh isi kitab suci Al-Qur'an adalah dalam rangka mendidik manusia menjadi baik, cerdas dan bertaqwa. Pada masa sekarang jika kita ingin mengembangkan Teori Pendidikan Islam maka kita harus mulai dengan kerangka bangunan ilmu pengetahuan yang cocok dengan wordview Islam. Dari situ barulah kita bisa membangun Ilmu Pengetahuan Pendidikan. Kita bisa mengelaborasi makna tarbiyah, ta'lim, tadris, ta;dib, hingga tahap penelitian. Belum ada penelitian tentang apakah menghafal Al-Quran memiliki dampak terhadap perkembangan Otak manusia ? Sebab sekarang ini banyak orangtua yang keberatan jika anaknya diwajibkan menghafal Al-Quran, mereka ingin Al-Quran dipahami, bukan dihafalkan. Padahal menghafal Al-Quran merupakan rangkaian ibadah, pendidikan dan amalan, yang tujuannya agar manusia terjaga kebaikannya. Jika penelitian ini dilakukan dengan cermat, sangat mungkin muncul Teori Belajar Al-Quran, yang bisa menjawab asumsi bahwa menghafal dengan cara yang tepat baik untuk merangsang Otak manusia. Dan mengimbangi asumsi tidak selamanya menghafal itu buruk. Wauwlohua'lam bisawab
Teori adalah sejumlah asumsi yang dibuat untuk menunjuk suatu objek yang didasarkan atas pengamatan, penelitian dan pembuktian empiris, sesuai dengan cara kerja Ilmu Pengetahuan dan mendapat pengakuan.Jika Teori ini yang dimaksud maka kita harus bisa menjawab misalnya, apakah ada cara terbaik dan berhasil guna dalam mempelajari Al-Qur'an. Apakah ada cara terbaik dan berhasil guna untuk memahami proses belajar siswa ? jika kita menemukannya maka kita bisa menjawab bahwa Teori Pendidikan Islam ada. Tetapi masih terlalu sedikit. Mengapa demikian, bangunan Ilmu Pengetahuan Islam lambat dalam merespons perkembangan. Terus terang Ilmuwan Islam lemah dalam penelitian lapangan, sehingga tidak menghasilkan karya yang nyata, atau terlihat. Padahal perintah tafakkur senantiasa berdampingan dengan perintah taddabur. Lalu bagaimana ya... jangan khawatir dalam Sistem Pendidikan Islam, sesungguhnya peran mendidik paling melekat pada kedua orangtua sebelum anak bisa mendapat Ilmu Pengetahuan dari guru dan lingkungan. Oleh sebab itu pada masa lalu teori belum dibutuhkan sebab, fondasi Ilmu Pendidikan, konsep Ilmu Pendidikan dan Praktek Pendidikan langsung diterapkan dalam keseharian. Misalnya saja, membimbing anak makan menggunakan tangan kanan, menjaga kebersihan dengan membasuh tiga kali. Bahkan kalau kita mau sedikit membuka wacana, seluruh isi kitab suci Al-Qur'an adalah dalam rangka mendidik manusia menjadi baik, cerdas dan bertaqwa. Pada masa sekarang jika kita ingin mengembangkan Teori Pendidikan Islam maka kita harus mulai dengan kerangka bangunan ilmu pengetahuan yang cocok dengan wordview Islam. Dari situ barulah kita bisa membangun Ilmu Pengetahuan Pendidikan. Kita bisa mengelaborasi makna tarbiyah, ta'lim, tadris, ta;dib, hingga tahap penelitian. Belum ada penelitian tentang apakah menghafal Al-Quran memiliki dampak terhadap perkembangan Otak manusia ? Sebab sekarang ini banyak orangtua yang keberatan jika anaknya diwajibkan menghafal Al-Quran, mereka ingin Al-Quran dipahami, bukan dihafalkan. Padahal menghafal Al-Quran merupakan rangkaian ibadah, pendidikan dan amalan, yang tujuannya agar manusia terjaga kebaikannya. Jika penelitian ini dilakukan dengan cermat, sangat mungkin muncul Teori Belajar Al-Quran, yang bisa menjawab asumsi bahwa menghafal dengan cara yang tepat baik untuk merangsang Otak manusia. Dan mengimbangi asumsi tidak selamanya menghafal itu buruk. Wauwlohua'lam bisawab
No comments:
Post a Comment